Jumat, 26 Juni 2015

KONSEP PAPERLESS OFFICE PADA KANTOR MASA DEPAN

KONSEP PAPERLESS OFFICE PADA KANTOR MASA DEPAN

A.      ABSTRAK
Dewasa ini, dunia perkantoran masih menggunakan jumlah kertas yang banyak, yang notabene kurang ramah lingkungan. Pada konsep paperless, dunia dituntut untuk terus mengurangi atau bahkan menghilangkan kertas dalam setiap kegiatannya. Pertama – tama hal ini dilakukan dengan mengubah dokumen – dokumen yang selama ini digunakan dalam bentuk kertas fisik ke dalam bentuk digital. Konsep ini bertujuan untuk menghemat biaya, menambah produktifitas, menghemat ruang, membuat pengiriman dokumen menjadi lebih mudah, dan tentunya akan lebih ramah lingkungan. Dalam paper ini, penulis akan membahas tentang konsep ini dalam dunia perkantoran, dunia pendidikan khususnya universitas, dan pada dunia perencanaan.

B.      PENDAHULUAN
Konsep paperless, terutama paperless office pertama kali diprediksi pada artikel di harian Business Week pada tahun 1975, yang mengatakan bahwa otomasi pada dunia perkantoran akan mengurangi jumlah kertas secara keseluruhan,terutama pada kegiatan rutin misalnya pengarsipan data. Namun, hal ini belum terbukti sampai sekarang akibat muncul dan berkembangnya teknologi mesin printer dan fotokopi yang malah menambah jumlah kertas dalam dunia perkantoran menjadi 2 kali lipat lebih banyak dari tahun 1980-2000. Konsep ini menjadi penting seiring dengan perkembangan dunia yang semakin lama mengesampingkan faktor lingkungan dalam kegiatannya, yang akan membahayakan bagi keberlangsungan planet bumi ke depannya. Dengan semakin banyaknya kertas yang dibuat, maka akan semakin banyak pula batang pohon yang ditebang untuk mengakomodasi kebutuhan dari industri kertas tersebut.
Industri kertas merupakan salah satu penyumbang utama polusi dan salah satu kontributor terbesar gas rumah kaca dengan lebih dari 900 juta pohon yang ditebang setiap tahunnya. Menurut Environmental Protection Agency, kertas adalah materi yang paling sering dibuang, membentuk 40% dari sistem limbah. Studi menunjukkan lebih dari 45% dari kertas kantor yang dibuang dilempar keluar pada hari yang sama dengan hari kertas tersebut dicetak, dan kertas yang dicetak, lebih dari 80% tidak pernah dipakai lagi.
Meskipun telah terdengar bahwa konsep "paperless" akan benar – benar terjadi, konsumsi kertas telah meningkat tiga kali lipat selama dekade terakhir. Amerika Serikat menggunakan hampir 3,7 juta ton salinan kertas (lebih dari 700 miliar lembar) per tahun. Menurut survei Xerox, rata-rata pekerja kantor AS mencetak 10.000 sampai 12.000 lembar per tahun. Maka, terwujudnya konsep ini menjadi penting bagi kualitas lingkungan bumi tempat kita tinggal ini. Penerapan konsep ini menjadi penting akan membantu masyarakat dalam memuluskan jalan perubahan menuju teknologi yang modern, terutama automasi.

C.      STUDI LITERATUR
Pada pertengahn tahun 70’an, konsep “paperless office of the future” menjadi sesuatu yang populer. Menurut Connolly dan Kleinr,1993, di masa depan bolpoin dan kertas tidak lagi dibutuhkan, karena semua pekerjaan kantor, terutama dokumen – dokumen akan ditangani oleh jaringan dan terminal – terminal komputer. Stephen Poe,presiden dan CEO dari perusahaan Nautilus Solutions berkata, “Although the paperless office is still only a dream of the future, the transition has begun. Electronic documents are redefining how we communicate. It is important to understand how we manage our information today impacts our ability to communicate in the future.” (Poe, 2001).
Konsep ini tidak hanya bisa dilihat dari segi praktikal, namun juga dari segi lingkungan. Pada tahun 2000, Schelberg mengatakan bahwa konsep ini dapat memberi dampak yang besar pada pengurangan deforestasi, membatasi polusi yang disebabkan oleh pembuatan kertas dan mengurangi limbah padat. Walaupun secara konsep telah ideal, namun kenyataannya konsep ini belum banyak diterapkan di kehidupan nyata. Dengan mengautomasi kegiatan perkantoran , kita malah menambah produksi kertas rata – rata sebesar 25% per tahun ( WatchTower,1999). Penambahan ini disumbangkan antara lain oleh adanya pertambahan dan perkembangan dari PC, printer, mesin fax, email, fotokopi, dan internet.
Halangan terbesar dari penerapan sistem ini adalah sulitnya perusahaan – perusahaan untuk mempelajari sesuatu yang lebih sulit dan kompleks. Pembuatan dokumen - dokumen perusahaan akan memakan waktu yang lebih lama karena karyawan – karyawan yang kurang mengerti dan menguasai sistem baru tersebut. (Katib, 2000)

D.      ISI
Harpaz dalam Stimpson, 2004, mengatakan bahwa pendekatan paperless office berakar dari 4 poin :
1.       Produktivitas. Mampu mengerjakan lebih banyak pekerjaan tanpa menambah sumber daya manusia. 
2.       Biaya Operasi. Mengurangi biaya yang terhitung, termasuk biaya menyimpan dokumen,ruang kerja dalam kantor, gudang, biaya print, surat menyurat, mengkopi dokumen dan lainnya. 
3.       Servis yang baik. Informasi mudah diakses dan lengkap. Bisa juga berbentuk self service, misal dengan website dan lainnya. 
4.       Manajemen Resiko. Data yang sensitif tidak tersimpan dalam bentuk hard copy yang dapat terkena air, api atau bencana lainnya, tetapi disimpan online yang diproteksi menggunakan enkripsi. Dengan begitu, akses dan kontrol terhadap data dapat lebih terjamin.

Menurut pcworld.com, saat ini sudah tidak ada alasan lagi bagi kita untuk “terkubur” dalam kertas karena telah ada berbagai macam alat untuk mendigitasi data, dengan penggunaan yang mudah dan dengan harga yang terjangkau. Walaupun paperless society belumlah terbentuk, namun ada berbagai panduan untuk mengurangi penggunaan kertas, seperti : 
a.       Scan Everything.
Langkah termudah untuk mengurangi jumlah kertas adalah memindai dan menyimpan dokumennya secara digital. 
b.      Set up paperless faxing.
Gunakanlah teknologi fax yang menggunakan email, atau online fax services yang membuat pesan lebih mudah dibaca dan diteruskan (forward) tanpa harus dicetak.
c.       Embrace electronic signatures.
Dokumen – dokumen persetujuan yang ditujukan untuk eksternal sering kali harus menggunakan tanda tangan. Dengan teknologi terkini, maka tanda tangan digital dapat dibuat dan dibubuhkan pada dokumen tanpa harus dicetak. 
d.      Take Digital Notes.
Tidak usah menggunakan post-it, karena telah banyak software yang disediakan untuk menambahkan catatan kecil pada dokumen. 
e.      Reduce Where You Can’t Eliminate.
Ketika pencetakan kertas tidak terhindarkan, atau bekerja dengan orang yang membutuhkan bentuk fisik kertas cetakan, maka usahakan untuk mencetak sesedikit mungkin. Mungkin dengan mencetak di 2 sisi kertas dan lain lain.
Sedangkan pada dunia universitas, Anaheim University di California mengklaim universitas mereka sebagai universitas pertama di dunia yang menggunakan konsep Paperless University. Dalam visi mereka di tahun 2020, tercantum bahwa Anaheim University merasa bangga bahwa mereka adalah Universitas dengan konsep Paperless pertama di dunia, dan mereka berkeinginan untuk mendorong universitas lain untuk bergabung dalam menerapkan konsep tersebut dan mewujudkan masa depan yang lebih baik melalui perbaikan lingkungan dan tanggung jawab sosial. Dari beberapa misi yang mereka turunkan, misi untuk mencapai visi paperless tersebut antara lain : 
1.       Pemanfaatan teknologi baru dan handal 
2.       Pengerahan sumber daya pendidikan berbasis teknologi

Selain Anaheim University,di Amerika terdapat sebuah gerakan yang bernama “The Paperless University Project”. Proyek tersebut merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Loyola University yang bertujuan untuk menghemat biaya yang ditimbulkan oleh universitas – universitas dalam berkegiatan menggunakan bahan baku kertas. Alasan mereka melakukan gerakan ini diantaranya adalah ingin menaikkan efisiensi (di dalam proses kegiatan di Universitas), masalah lingkungan, terpadunya data dan dokumen, kemudahan pubikasi dari penemuan dan klasifikasi dari data dan informasi yang dimiliki Loyola University. Langkah – langkah yang mereka lakukan untuk mencapai gerakan ini diantaranya adalah: manajemen pencetakan (print), digital signage, buku teks dan material kuliah yang paperless, penyimpanan data secara digital, pengaturan jadwal secara online, data medis elektronik, sistem pembayaran secara online, dan lainnya.
Bagi dunia perencanaan sendiri, konsep paperless ini menjadi penting misalnya untuk penyimpanan data secara digital, misalnya peta – peta perencanaan, buku – buku teks untuk referensi penelitian ataupun perencanaan praktis, dan dokumen – dokumen perencanaan yang mudah diakses secara online, untuk memudahkan pekerjaan sebagai seorang perencana. Ketika sedang ke lapangan, tidaklah praktis untuk membawa berbagai macam dokumen yang rentan untuk rusak, misal karena cuaca.

E.       PENUTUP
Penerapan konsep paperless telah diperkirakan akan terjadi sejak berpuluh – puluh tahun yang lalu. Namun mengapa hal ini belum sepenuhnya terjadi sampai sekarang? Hal ini terjadi karena pesatnya perkembangan teknologi, khususnya teknologi pencetakan, dan teknologi pengkopian kertas, yang malah menambah kebutuhan akan jumlah kertas yang diperlukan setiap harinya. Maka, penulis menyarankan penerapan konsep paperless seutuhnya di masa depan akan bermanfaat bagi kualitas lingkungan yang lebih baik, juga dapat mempermudah urusan manusia sehari – hari. Penerapan konsep ini dapat kita lakukan mulai dari hal – hal yang sederhana, misalnya mengurangi penggunaan kertas, dengan memaksimalkan penggunaan printer dan mesin fotokopi. Penelitian lebih lanjut dan perkembangan teknologi juga akan membantu penerapan konsep tersebut agar semakin diterima dalam kehidupan manusia.



F.       DAFTAR PUSTAKA
1.       Katib, Haney Abdulrahman. (2003) Factors Impacting the Realization of the Paperless Office (Doctor Dissertation). The George Washington University.
2.       Stimpson, Jeff. The Nitty-Gritty of Going Paperless. The Practical Accountant; Dec 2004; pg. 46
3.     http://www.reuters.com/article/2009/05/08/idUS43020+08-May-2009+PRN20090508 diakses pada tanggal 29 November pukul 16.34 WIB
4.       https://anaheim.edu/about-anaheimuniversity/2020-vision diakses pada tanggal 29 November pukul 16.45 WIB
5.      http://www.pcworld.com/article/2052860/ultimateguide-to-the-paperless-office.html diakses pada tanggal 29 November pukul 16.50 WIB
6.        https://anaheim.edu/about-anaheimuniversity/mission diakses pada tanggal 29 November pukul 16.50 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar